Monday, 1 September 2014

Menangani Anak yang Suka Berkelahi




Kelakuan si kecil yang kerap emosian dan bertengkar jangan dianggap sepele. Cari penanganannya dengan tepat. 

Di usianya yang masih anak-anak, buah hati cenderung menunjukkan sikapnya. Sedih, senang, kesal, hingga marah. Itu sebabnya, setiap emosi yang ditampilkan si kecil tak bisa disepelekan. 

Misalnya, saat ia sedang kesal dan marah, anak akan bertengkar atau berkelahi. Dikutip dari workathomemoms.com, pertengkaran anak memang bukan hal terburuk. Namun, bila si kecil sampai melakukan kontak fisik dan intimidasi terhadap sesamanya, Anda harus mawas diri. 

Terlebih, bila berkelahi sudah menjadi kebiasaan si kecil dalam menuangkan emosinya. Tentunya, Anda sendiri akan terganggu dengan ulahnya yang suka berkelahi. Bila sudah parah, sikap ini akan membentuk buah hati Anda menjadi anak yang temperamental atau suka mencari keributan saat dewasa nanti. 

Nah untuk menghindari hal tersebut, Anda perlu menanganinya sedini mungkin. Namun, sebelumnya cari tahu dulu hal apa memicu si kecil suka berkelahi. 

Adapun penyebab anak suka berkelahi: 
1. Rasa tidak adil 
Si kecil sering mengalami ketidaksepakatan dengan saudara atau teman di lingkungan sekitarnya. Lebih tepatnya, ketika anak-anak melihat situasi yang tidak adil menurutnya. 

2. Egois 
Tak hanya orang dewasa yang memiliki sifat egois. Sejak anak-anak, sifat ini secara alami sudah muncul. Rasa iri, ingin menonjol, ingin memiliki milik orang lain, dapat timbul dalam diri ketika mereka. 

3. Temperamen 
Anak-anak punya sifat temperamen masing-masing. Ini tergantung suasana hati, disposisi dan kemampuan beradaptasinya pada lingkungan. 

4. Tidak tahu solusi 
Percayalah, orang tua menjadi teladan bagi anak-anak. Jika setiap hari mereka melihat orang tua bertengkar tanpa solusi, ini menjadi contoh kuat bagi mereka. Si kecil akan menjadi pribadi yang sulit menemukan solusi, dan lebih memilih jalan untuk berkelahi. 

Setelah paham dengan penyebab dasar timbulnya kebiasaan berkelahi pada anak, sekarang saatnya Anda menemukan strategi bagaimana menangani kebiasaan ini: 
• Jadilah contoh 
Berilah contoh sikap emosi tanpa kata-kata kasar, sekalipun si kecil memang sedang berbuat salah. Misalnya, ketika ia menumpahkan air. Usahakan Anda tidak melakukan memarahinya dengan mengeluarkan kata-kata kasar. Hal ini dilakukan agar si kecil tidak meniru ketika sedang emosi. 

• Ajari cara menyelesaikan konflik 
Jangan hanya bicara tentang bagaimana menyelesaikan konflik, tapi tunjukkan contoh nyata kepada mereka. Contoh paling sepele adalah ketika Anda sedang berselisih dengan pasangan. Bagaimana Anda dapat menyelesaikan konflik di hadapan anak-anak, tanpa ada kata-kata kasar atau kontak fisik sekalipun. 

• Menjadi penengah yang adil 
Bila Anda melihat si kecil saat berkelahi dengan teman atau saudaranya, jadilah penengah. Namun, Anda harus tahu kapan waktu yang tepat saat masuk dalam pertengkaran, karena jika Anda menjadi penengah di saat perselisihan yang kian memanas Anda tidak akan didengarkan, melainkan nada suaranya akan semakin meninggi. Selain itu, jadilah penengah yang mampu memberikan solusi yang menenangkan hati mereka. 

• Dengarkan mereka 
Kadang-kadang pertengkaran menjadi cara anak untuk mengeluarkan isi hati mereka. Jadi, seringlah berbicara dengan buah hati Anda, dan ketahui apa yang ada di benaknya. Karena ketika ia tidak merasa didengarkan, ia hanya bisa meluapkan ketika ia emosi. 

• Buat anak sibuk 
Sisi lain penyebab anak suka berkelahi adalah karena tingkat kebosanan. Tidak ada teman bermain atau bingung karena tak punya kegiatan, membuat anak cenderung memiliki sikap melawan. Jadi, buatlah dia aktif dengan lingkungan dan berinteraksi dengan orang sekitarnya.

Selamat mencoba!

Socializer Widget By Morale45
SOCIALIZE IT →
FOLLOW US →
SHARE IT →

0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa di komen ya gan...